sore danau Tondano

suatu sore ketika kita membaca langit redup dan riuh pematang
milu dan nike sudah mesra berpelukan
tanpa sepengetahuan kita
sate kolombi mencumburui mereka

kau mulai menghitung jumlah awan
dan aku memandang jauh keseberang
danau tondano begitu tenang, sayang
bisikmu kepadaku

aku menggenggam jemarimu lebih dalam
lalu langit berpamitan kepada terang
perlahan aroma padi dan sejuk cempaka
menggoda kita untuk tertawa pelan
– ah sore jangan dulu pulang

jangkrik dan kunang-kunang datang
menemani kita berputar dalam pelukan
dari eris menuju kaima lewat kakas
dari situ kita kearah tomohon
lalu pulang ke manado

pukul dua satu lebih lima belas
kecupmu tiba dikeningku
tepat didepan rumahmu
esok kemana? godamu
rahasia

 

 

 

NB: sajak ini dibuat untuk memenuhi TANGKAS #TantanganKaskus

–>> http://www.kaskus.co.id/post/51d411bd1ad719114e000008#post51d411bd1ad719114e000008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s