segelas teh hangat, meja kerja, dan senja yang perlahan tiada

aku hanya memahami beberapa hal,
waktu yang tak mungkin berulang
rindu yang tak pernah pulang,
dan jarak yang selalu gagal

maka dari itu

perkenankan aku mengatakan
lewat puluhan senja
yang lewat di tepi bibirmu –
ketiadaanmu adalah duka
dari sajak-sajakku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s