sebab Tuhan selalu memahami, kita saja yang mengaku berbeda

kita berdoa satu meja
untuk dua piring nasi,
ayam goreng dan ikan nila

kita bersyukur disaat yang sama
untuk rejeki yang cukup
serta orang tua yang sehat

tapi kita lupa satu hal,
dinegara kita yang lucu ini
doa kita berdua tadi
berhenti di urusan administrasi

coba dengar,
setelah kita selesai berdoa
Tuhan tersenyum
dan mengucapkan “Amin”
untuk doa’mu dan cita-cita’ku
Untuk masa depan –
untuk Kita
yang entah bagaimana nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s