ketika jiwamu menyentuh puisiku

Dari suaramumu yang gelisah,
Aku belajar mendengar

Dari air matamu yang pasrah,
Aku mengajarimu untuk tegar

Mungkin memang tak ada kita
Namun jatuh hati sudah terjadi,
Jadi Seribu kalipun kau bercerita
Aku akan duduk manis disini

Dengarlah dinda,
Aku lelaki
Yang menunggu
Kau mengucapakan
“Aku kini sendiri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s