jangan tidur dulu, peluk aku lebih lama

jangan tertidur dulu, katamu
jangan berpisah dulu, ulangmu
untuk kesekian kalinya kita berpelukan

bulan masih sama seperti kemarin sayang
mengapa takut menghadapi perpisahan?
percayalah satu hal
apa yang kau lihat diatas sana
persis seperti yang kulihat dikotaku nanti
hanya jarak sayang, hanya jarak

lalu tangismu deras didadaku
“aku membutuhkanmu sekarang, esok, dan lusa”

jangan tertidur dulu, katamu lagi
jangan berpisah dulu, kerasmu
dan bibirmu membawaku ke tempat Adam berasal

waktu seperti berkawan dengan angin
begitu cepat berlalu

tinggallah semalam lagi, jangan pergi
atau paling tidak sampai fajar hadir
tolong sayang
tunggulah sampai penjaja pagi mencarimu
tolong sayang
ini karena aku menyayangimu
itu saja

jadi tinggalah sebentar lagi
atau kalau perlu
bawa aku pergi bersamamu
– bagaimana?

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s