relakan aku

memandangi kotamu
mengingatkan aku
akan beberapa hal

tentang waktu yang sementara
tentang ciuman yang sederhana
dan rindu yang percuma

menjelajahi wajahmu
menyadarkan aku
akan banyak hal

tentang matamu yang berbicara
tentang pipimu yang merona
dan bibirmu yang menggoda

mungkin yang terbaik
tak sempat menyatukan kita
mungkin yang terburuk
meminta kita berpisah

tak ada yang salah dari kotamu
apalagi wajahmu kekasih,
tetapi melepaskanmu
adalah kesalahan yang sudah kita rencanakan
sejak pertama kali kita bertemu
sejak pertama kali kau berkata
“relakan aku”

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s