tentang sesuatu yang tak perlu kita risaukan lagi sekarang

tehnya sudah mulai dingin
tapi pembicaraan kita
masih seputar bertanya kabar

bagaimana kabar orangtuamu?
mereka sehat, terimakasih sudah bertanya

matamu sayu
seperti awan pagi
yang terlanjur mendung,
bibirmu masih saja basah
seperti dedaunan
yang dipeluk embun

tapi bagaimana dengan hatimu?
bersembunyi dalam kegelapan sepertinya

diatara kau dan aku
meja ini penuh sesak,
selain sepoci teh dan keluarganya
ada juga kesepian, kehilangan, dan keangkuhan

kau masih saja menganggap semua ini salahku
lalu untuk apa pertemuan ini?

pelayan datang dan pergi
menawarkan tambahan minuman dan baceman
aku memilih keingintahuan, ingkar, dan kesempatan
kau sendiri memesan apa?

dua jam empat puluh menit
masih membicarakan yang itu-itu sahaja,
waktu mulai bosan sayang
ayolah katakan sejujurnya
kita ini mau kemana
pulang kerumahmu?
atau berhenti dihatiku?

#NowPlaying Vidi Aldiano – Pelangi Di Malam Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s