untuk musim yang sudah kita lewati dan musim-musim setelahnya

katamu kita tak akan bertemu lagi
coba ingat-ingat lagi waktu itu

kalau jarak adalah samudra luas
maka rindu adalah ombak besarnya, ujarmu

esok tak akan kau lihat aku lagi
benarkah kau berkata begitu?

jatuh hatilah padaku sore ini
lalu lupakanlah aku didalam tidurmu

aku menyimpan banyak hal
untuk ku ceritakan padamu,
genggaman jemari hangatmu
menyelipkan rambut ditelingamu
tawa yang tertahan
dan kecupan dipipi

adinda,
kau adalah cerita dari sajakmu sendiri
sedang rindu dan senja hanyalah
ketiadaan yang diletakkan sejajar
antara
dirimu
dan
diriku

jangan sembunyi dari rindu, puisiku pasti akan menemukanmu

One comment on “untuk musim yang sudah kita lewati dan musim-musim setelahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s