aku lupa nama tempat makannya

 

adakalanya rindu datang tiba-tiba
ya, seperti siang itu
kau datang begitu saja didepan pintu
ayo makan siang, katamu

aku disebelah kiri dan kau dikanan
kali ini aku yang mengemudi ya
aku senang saja, sedikit aneh mungkin
makan dimana kita, tanyaku

entah cerita apa kita waktu itu
dari matahari yang ramah
sampai ramainya jalanan,
sekitar tiga puluh menit mungkin
sudah lewat bahu dan malalayang

sesampainya dikalasey
sudah pukul empat belas dua puluh
hampir menjelang senja
langit masih saja cerah

bobara, tude, cakalang, kerapu
tawa, canda, dan mata yang berbicara
banyak sekali menu dimeja
kita bener-benar menikmatinya

tapi sebelum dimulai
kau bertanya kepadaku
kau atau aku yang memimpin doa?
kau saja jawabku
Tuhan pasti lebih berkenan
mendengar doa dari bibirmu
yang mampu meluluhkan
langit-langit surga
tempat dimana
namamu berasal

amen

jawab kita bersama-sama
sesudahnya

 

 

 

 

#NowPlaying Kahitna – Bila Saya

tiga puluh

kesatriarapuh.worspress.com #poem #puisi #syair #sajak #love #picisan #blog #text

A photo posted by Rikky Hastri (@rikky182) on

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s