untuk cemburu dan cemberutmu

aku terperangkap
pada gerutu bibirmu,
sekalinya cemberut
langit berubah merah
angin tak berani bicara

aku terjebak
pada cerewet matamu,
sekalinya cemburu
waktu tak pernah berubah
sedari tadi begini terus

beginilah rasanya
hati yang terperangkap
pula tak bergerak pada
mata dan bibirmu,
sampai langit
terbelah dua
atau matahari terbit di barat,
ingatan tentangmu tak pudar
pun tak hilang,
memilikimu selamanya atau
memilikimu sekecup
mana saja
cukup

 

 

kesatriarapuh.wordpress.com #sajak #puisi #syair #roman #picisan #poem #text #tulisan #bahasa #indonesia

A photo posted by Rikky Hastri (@rikky182) on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s