berjauhan merindu, berdekatan meragu

 

 

dibawah hujan januari

ada doa yang basah,

diantara kau dan aku

selalu ada musim yang menua

 

dari semula

ada beda dari takdir kita,

tapi mengapa

kau mau aku antar pulang?

 

Tuhan,

sementara waktu menelanku bulat-bulat

Kau mengenalkanku pada wangi yang terlambat,

 

entah bagaimana

waktu tak pernah benar-benar menelanmu,

 

setiap menutup mata

ada puisimu disana,

saat senja tenggelam

ada kecupmu dirembulan

.

.

.

.

.

#NowPlaying Al Ghazali – Lagu Galau

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s