untuk sebuah perpisahan dan semua tempat terjadinya perpisahan itu

aku pastikan semuanya sudah dikemas rapi

dalam koper atau ransel,

jangan sampai tertinggal

apalagi tercecer dipelataran

 

entah itu kenangan, rindu, atau ingatan

“jangan sampai satupun tertinggal”

sergahmu kepadaku,

waktu itu

 

aku memeriksanya dua kali

tidak, sepertinya sudah tiga kali

pertama saat mengucapkan selamat tinggal

kedua saat usapan lembut di keningmu

terakhir saat bibirku singgah  dibibirmu

 

jadi sudah tersusun rapi semua

dua koper, satu tas ransel, dan satu tas kecil

lalu kita bergandengan tangan untuk terakhir kalinya

persis dimuka gerbang bertuliskan “KEBERANGKATAN”

 

aku pikir saat itu

adalah awal dari “KEDATANGAN”

kau tau bukan?

setelahnya aku dihampiri oleh

rindu yang tak berkesudahan

ingatan yang tak berujung

dan kenangan yang selalu mulai

ketika aku menghirup kopi di setiap senja

 

jadi seharusnya ini “KEDATANGAN” atau “KEBERANGKATAN”?

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s