kau jangan berhenti disini

kau duduk sendiri disana,

melipat tangan dan menatapku

 

dari kejauhan

aku melempar senyum

dan kau membalasnya dengan kerlingan,

aku lambaikan tangan

dan kau balas dengan anggukan

 

lihat,

kau cantik sekali

 

walau sesekali

kulihat kau meraba

lelah dipipimu,

dan angin mengusap

sedih di wajahmu

 

atau bahkan

desir doa yang kau daraskan

terus menerus

lewat syahdu bibirmu,

aku mendengarnya sayang

 

dari sini aku paham

bahwa kau memang

tak pernah menyerah

aku tahu

setegar gunung memang hatimu,

sekuat karang memang tekadmu

 

tapi jangan takut

untuk menangis

jangan takut tuk bercerita,

seperti kopi tak bergula dikala hujan

memang pahit tapi menyembuhkan

 

percayalah

ada aku disini,

yang sekarang

sedang merayu jarak

agar mau menerbangkanku

kesana – ketempatmu

lalu menghiburmu dengan cerita

malin kundang atau pinokio,

dengan sajak atau sekedar ciuman dipipi

 

 

 

bunga bakung kuncupnya kuning,
rendah daunnya sedikit ranting.
rambut digelung pinggang ramping,
boleh abang duduk di samping?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s