malaikat juga tahu

untuk hari ini & beberapa rindu kedepan
hujan buatku adalah bulir-bulir
kata yang diucapkan langit
kepada bumi yang pendiam

 

sedang basahnya adalah cara
penghuni kenangan yang dengan
senang hati berkunjung
kedalam kopi dan embun di luar sana

 

bagaimana dengan beberapa hari lalu?
bukankah kita juga perlu membicarakannya?

 

ah tentu saja kawan,
angin tak pernah bergerak
sesuai keinginanmu bukan?
begitu juga dedaunan,
tak pernah gugur begitu saja

 

jadi, lembut rambut
yang kau selipkan dirambutmu
serupa rerumputan diantara
riuh kembang setaman,
mengagumkan

 

kopi ini semakin pahit saja
jika mengingat masa lalu,
boleh aku tambahkan kenangan?
tentang kecupan barang kali?
agar sedikit lebih manis tentunya

 

begini,
remah rindu dari sajak ini
biasaya ditelan begitu saja oleh waktu,
tapi paling tidak
aku masih menyembunyikan namamu
dalam tiap doaku

 

 

salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s