rindu tak pernah setahuku, dilupakan mungkin

rindu kelelahan dikejar malam,
beristirahatlah ia di bawah cendana,
dengan jemari abu-abu,
ditulisnya sajak sembilu.

 

masih ingatkah kau?
diperaduanmu kita berjanji,
sampai akhir masa duniapun
debarku akan bersabar dihatimu.

suatu waktu kau berkata
“aku pulang besok,
saat matahari mulai menua
coba lihat kearah utara,
disitu kau lihat,
aku dan kereta.”

coba lihat sekarang,
sudah berapa lama
mata kita tak bertemu,
dan bibir kita tak pernah bersandar,
satu dengan yang lain.

ah, semoga kau baik-baik saja
belakangan aku lihat
di satu media sosialmu,
kau sudah ada yang punya.
coba lihat senyum difoto itu!
masih sama,
seperti ribuan purnama
yang pernah kita lewati
dulu kala…

 

 
#NowPlaying RAN & Kahitna – Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s