perbincangan yang seharusnya tidak pernah kita mulai

bentang alismu berbeda?
seperti lengkung katulistiwa,
diujungnya jelas terlihat
bayang gunung semeru,
tegas, kuat, tapi anggun

ah masa?

apalagi rambutmu,
model baru juga bukan?
bunga seroja akan lebih pas
jika diselipkan diantara telingamu
percayalah

kamu bisa saja

mau pergi sekarang?
mari aku antar
kerumahmu, tempat makan,
atau sekedar melihat bintang?

kemana ya?

sebut saja,
kau ratunya sore ini

begini saja,
lima belas menit lagi
aku tunggu kau didepan

ok, aku sudah siap

nah, sekarang duduklah
aku antar kau
ke tempat yang bahkan
kau tak pernah tau itu ada

dimana memang?

tempat dimana
ingatanku tak akan pernah lekang
yaitu tepat diujung bibirmu

kau bercanda?

tidak kali ini
sejak pertama aku melihatmu
jelas sudah masa depan,
kau dan aku memuja puisi yang sama
puisi tentang pertemuan
yang seharusnya kita lupakan

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s