aku juga yang akhirnya membuatmu menangis

kita seakan duduk bersebelahan,
ditempatku sudah pukul delapan
sedang ditempatmu masih pukul tujuh

 

diantara riuh lagu hujan,
pedih memelukku kuat
dan suaramu meratap ragu

 

tawa kecil perlahan
jatuh satu-persatu,
dari senyum
dan lipatan bibirmu

 

lalu tetes air mata
yang terselip
diantara pedih lara
berbisik
“aku masih merindukanmu”

 

bicaramu semakin keras,
aku juga tetap berkeras
“bukan salahku, jelas semua karenamu!”
kita terus menghardik
terus begitu sampai suara kita parau

 

tanpa sadar suaramu semakin berat,
aku tahu cuaca disana cerah
tapi tidak dengan suasana hatimu,
tangis jelas tak terbendung,
hatiku pecah seketika

aku melanggar janji pertama,
tak akan membuatmu menangis

pupus sudah,
kita sudah kehabisan waktu

lelah sudah,
kita melepaskan segalanya

 

pada akhirnya,
kita berpisah dalam kejauhan
kita meminta waktu yang terlanjur lewat
sedang kita cukup menyelesaikannya dalam satu malam

 

pada akhirnya,
aku juga yang membuatmu menangis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s