sampai detik ini, aku masih orang yang sama seperti yang kau kenal dulu

begini dinda,
kamu itu seperti aku
sama-sama menahan rindu

jangan tertawa – aku serius

coba pikir baik-baik,
apa kau belakangan memimpikanku?
atau setidaknya sekedar melirik
social mediaku?

ayolah jujur sedikit kepadaku

baik jika kau tak percaya

jabat tanganku sekarang,
agar kau tahu
diriku dan dirimu
itu sehangat jemarimu
yang mengikat erat harapanku

rasakan genggamanku,
detakku mengalir disana
lalu baca baik-baik
gerak bibirku
“sekali kau merindu,
aku telah dua kali mendoakanmu”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s