kehilangan yang telah ditetapkan aku, dan bukan kita

aku memang menyesal untuk beberapa hal
dari perpisahan kita,

bukan perihal kehilangan dirimu
bukan juga kehilangan dekap dan kecupmu,

aku kehilangan asri taman rumahmu
yang ditengahnya ada kolam ikan
dan jembatannya yang kecil

aku kehilangan wangi harum kamarmu
yang tertata rapi dan nyaman
serta empuk kasur putihnya

aku kehilangan sejuk angin
dari jendela kamarmu
menyenangkan bisa tidur disana

aku kehilangan binatang piaraanmu
yang selalu lucu jika menyalak
serta baunya yang khas tentunya

aku kehilangan ramah senyum
Ayah – Ibumu
“apa kabar mas?” begitu biasa Ibumu menyapa

mengertilah dinda
artimu bagiku bukan sekedar pasangan belaka,
kau adalah langit sebagai batas keegoanku
kau adalah samudra tempatku tenggelam

jadi jangan kau berfikir perpisahan adalah akhir

karena kau adalah kembang setaman
biar gugur kembang
putiknya pasti bertebaran
diseluruh taman

aku ditelan kehilangan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s