semoga debar yang sama masih bersemayam didadamu

aku rela tak mengenal langit sore
asalkan masih bisa mengingatmu

aku siap kehilangan hitam rambutku
jika doa-doa ini bisa membawamu pulang

aku mau menyerahkan sisa waktu
agar kau mau menyebut namaku
di tiap doa kepada Tuhan-mu

tak ada yang lebih baik dari hidupku
selain mengetahui
kau masih mengingat wangi teh melati
dengan beberapa gula batu didalamnya,
atau semerbak bau tubuh kita
selepas lelap di siang hari
yang membosankan,
kau ingat kan?
diam berdua
menonton film favorit
lalu mendengarkan musik
tapi tak bisa memejamkan mata,
lalu tiba-tiba
langit berubah jingga
“sudah sore toh sayang”
bisikmu ditelingaku

semesta tak mempertemukan
hujan dan kopi tanpa alasan,
begitu juga aku denganmu
dua hal yang berbeda
disatukan oleh suasana,
ah bukan,
disatukan oleh debar
lebih tepatnya

semoga kau masih berdebar
saat mengingatku, dinda

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s