firasat yang datang sebelum aku menatap matamu

aku biasa datang
tepat pukul empat sore
kau selalu menyiapkan
segelas teh hangat
dan beberapa cemilan
yang diletakkan diatas meja,
sepotong bibir merah
beberapa iris wangi rambut
dan setetes bening kerlip matamu

entah mengapa,
debar kali ini datang
sesaat aku mengetuk pintu rumahmu,
entah rasa takut atau gundah
akan kehilangan
atau melupakan

saat kau membukakan pintu
kalimat yang sudah kuhafal
berkumandang dari dalam
“ayo masuk sayang”
saat itu aku berfirasat
pertama, ini jelas bukan akhir
kedua, ini juga bukan melupakan
ketiga, sepertinya kita akan berhenti
menggunakan kata kita

 

 

#NowPlaying Payung Teduh – Puan bermain hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s